Thursday, December 28, 2017

Catur Dharma Astra dan Upaya Memberikan Pelayanan Terbaik bagi Kaum Minoritas



Malam itu, pak Luqman kesulitan tidur, ada yang mengganggu pikirannya. Pak Luqman merupakan pedagang ikan di pasar pagi yang berada di kota Lhokseumawe Provinsi Aceh. Pak Luqman merupakan figur pedagang yang rajin, rasanya tidak pernah satu haripun pak Luqman tidak berjualan. Ia biasanya menjual ikan di pasar pagi, mulai dari pukul 07.00 sampai pukul 13.00 wib. Sosok pak Luqman sudah dikenal sebagai pedagang yang rajin dan ramah, karena itu banyak sekali pelanggan setia pak Luqman. Tidak ada yang kurang di mata para teman dan langganannya, kecuali dari segi fisik (tubuh) pak Luqman, sebab Pak Luqman merupakan penyandang tunadaksa (cacat tubuh). Walaupun pak Luqman penyandang disabilitas, tetapi tidak mengurangi semangatnya untuk bekerja dan ramah kepada siapapun.
Sementara, malam itu ada sesuatu yang masih mengganggu pikiran pak Luqman, yaitu keinginannya untuk membeli kendaraan roda empat (mobil) untuk membantunya sekaligus untuk menyenangkan keluarga. Namun disisi lain, ia menyadari benar bahwa kaki kirinya lemah dan lebih kecil, akibat dulu ketika ia berusia 2 tahun terkena virus polio. Apakah dengan kaki kiri yang lemah, dan lebih kecil, ia akan mampu mengendarai mobil? mengingat selama ini, ia belum pernah mengendarai mobil. Semua pertanyaan itu, yang membuat pak Luqman susah tidur.
Sudah lama pak Luqman menyisihkan penghasilannya sedikit demi sedikit untuk membeli mobil. Ia ingin sekali membuat keluarganya bahagia. Bila mobil telah dibeli, ia ingin membawa mereka berjalan-jalan, kalau perlu pergi liburan ke Kota Medan, provinsi tetangga. Keesokan hari setelah selesai bekerja, pak Luqman ditemani istri pergi ke sorum atau dealer mobil yang ada di kota. Disana mereka mencari mobil, sesuai dengan budget keuangan dan kemudahan untuk dikendarai oleh pak Luqman. Pak Luqman masih merasa ragu untuk menemukan mobil yang bisa dikendarainya. Mengingat para penyandang disabilitas selama ini menjadi masyarakat (kaum) minoritas dan selalu dinomorduakan dalam banyak hal, termasuk pada alternatif pilihan produk dan jenis mobil yang mudah digunakan bagi para penyandang disabilitas.
Namun, semua kekwatiran pak Luqman sirna ketika mendapat penjelasan dari pihak dealer mobil bahwa ada mobil murah, hemat BBM, berkualitas dan mudah digunakan bagi para penyandang tunadaksa, yaitu Ayla dan Agya Otomatic (Matic). Alangkah senangnya Pak Luqman mendapat penjelasan terkait dengan kelebihan dan kemudahan menggunakan mobil matic yang dikeluarkan oleh PT. Astra International Tbk. Dalam benak pak Luqman, ia memuji karya besar dari Astra dan komitmennya  untuk menjalankan Filosofi Catur Dharma Astra untuk negeri.
Kini, pak Luqman sudah terbiasa menggunakan mobil Ayla maticnya untuk berpergian. Tidak ada lagi kendala dalam menggunakan mobil tersebut. Ia sangat terbantu dengan adanya jenis mobil otomatic (matic). Saat itu, semuanya terasa indah bagi pak Luqman, terlebih melihat senyum manis dari dua putra dan istri tercintanya. Terutama disaat mereka dibawa berjalan dengan mobil matic pak Luqman.


Memberikan Pelayan Terbaik bagi Negeri
Kisah kehidupan pak Luqman menunjukkan bahwa selama ini kaum minoritas dan penyandang disabilitas ternyata memiliki keinginan untuk menjalani hidup sama persis seperti kebanyakan orang normal pada umumnya. Karena itu, sangat wajar apabila para penyandang disabilitas, mulai saat ini dijadikan sebagai Marketing Plan  atau rencana pemasaran dari setiap produk dan kebijakan pemerintah. Mengingat jumlah penyandang disabilitas sendiri di Indonesia juga cukup tinggi sekitar 12% s.d 13% (BPS, 2016), dan mereka juga merupakan warga negara yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan yang lain.
Kepedulian perusahaan astra kepada para penyandang disabilitas dengan mengeluarkan jenis mobil matic, patut diancungkan jempol. Nilai-nilai Catur Dharma Astra, yaitu: Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara; Memberikan  pelayanan Terbaik kepada Pelanggan; Menghargai Individu & Membina Kerjasama; Senantiasa berusaha Mencapai yang Terbaik, menjadi ruh dari perjalanan perusahaan Astra di Indonesia. Dan nilai ini sebagai bukti komitmen tinggi astra selama 60 tahun untuk Indonesia.
Kekuatan dari filosofis inilah membuat karya dan produk  astra sangat melekat pada setiap hati para pelanggan, terutama bagi penyandang disabilitas. Para penyandang disabilitas sangat bersyukur dan merasa terbantu dengan jenis mobil matic yang dikeluarkan oleh perusahaan astra. Astra bagi mereka sebagai pelopor pemenuhan kepentingan mereka selama ini. Kenyataan tersebut mengingatkan kita, kepada kata-kata inspirasi dari Pak William Soeryadjaya yang mengatakan: "Ringkasnya, Om ingin agar Astra menjadi perusahaan yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa, sesuai dengan cita-cita Astra. Sejahtera Bersama Bangsa"   Amin.

Keluarga dan Upaya Penguatan Basis Pendidikan Anak

Keluarga merupakan basis pendidikan pertama dan utama bagi setiap anak (Hasbi Wahy, 2012: 245) . Melalui   lingkungan keluarga, maka aka...